Goodbye Happiness

Goodbye HappinessKau Dan Aku Tidak Ditakdirkan Untuk Berada Dalam Satu Kisah Yang Indah Percaya Atau Tidak, Begitulah Kenyataannya Jangan Menyangkalnya Karena Akan Sia Sia Sama Seperti Berjalan Di Atas Pecahan Kaca, Setiap Langkah Kita Sesungguhnya Hanya Akan Menuai LukaKau Dan Aku Seperti Tengah Mencoba Untuk Membirukan Senja Yang Selalu Merah Kita Sama Sama Berusaha, Namun Tidak Bisa Mengubah Apa Apa Senja Tetap Berwarna Merah Dan Hatiku Masih Saja Berkata Tidak Maka, Berhenti Dan Renungkanlah Ini Semua Sejenak Tidak Ada Gunanya Memaksa Ini Hanya Akan Membuatmu Tersiksa Dan Aku MenderitaLantas, Kenapa Kita Tidak Menyerah Saja Bukankah Sejak Awal Semuanya Sudah Jelas Akhir Bahagia Itu Bukan Milik Kita

Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Goodbye Happiness book, this is one of the most wanted Arini Putri author readers around the world.

❮Ebook❯ ➠ Goodbye Happiness Author Arini Putri – Uc0.info
  • Paperback
  • 320 pages
  • Goodbye Happiness
  • Arini Putri
  • Indonesian
  • 08 October 2018
  • 9789797805937

10 thoughts on “Goodbye Happiness

  1. says:

    Pertama kali lihat covernya, ini novel wajib yang harus dibeli.Ketika tahu ini ternyata tentang Korea, saya hapus dari wishlist.Dan, ketika tahu tokohnya orang Indonesia dan beberapa komentar positif di Goodreads, saya berniat membeli novel ini.Waktu masuk awal cerita, saya langsung berpikiran, Ah, ini Korea banget Nggak suka Nggak yakin saya bisa menyelesaikan buku ini.Tapi ketika cerita sudah dimulai, saya nggak bisa berhenti bacanya Saya suka cara Arini Putri bercerita lembut, halus, to the point Saya juga suka chemistry antara Skan dan Krystal Saya suka bagaimana Arini Putri menggambarkan mereka layaknya Peter Pan dan Tinkerbell jadi pengen baca dongeng ini lagi Sejak awal cerita, kisahnya sudah mulai bittersweet Dan semakin ke tengah, ceritanya semakin sakit Untuk sebuah romance, konfliknya termasuk cukup bergejolak.Dan, sesuai judulnya Goodbye Happiness, jangan harapkan ending yang bahagia Tapi, bukan berarti sad ending lho Yang jelas ketika buku ini saya tutup, saya tahu Krystal belum benar benar bisa melupakan Skan Keren sekali chemistry nya.Mungkin hal yang agak ganjal adalah dialog berbahasa Inggrisnya Entah kenapa saya rasa kurang masuk Juga ada beberapa kesalahan grammar yang mungkin bisa diedit di cetak selanjutnya.Yang jelas, kalau kamu suka buku buku yang bikin nangis, Goodbye Happiness adalah salah satu kewajiban Sebenarnya, 3,5 bintang, tapi saya bulatkan jadi 4 karena suka gaya menulisnya Dan chemistry tokoh tokohnya.

  2. says:

    1 bintang buat Goodbye Happiness, kenapa Yuk mari disimak.1 Typo di bahasa Indonesianya banyak banget, saya bingung ini setiap novel pasti ada editingnya kan ya ngga langsung blek diterbitin tanpa dicek lagi Sayang banget banyak typonya, soalnya bahasa Indonesia penulisnya bagus banget, saya ngakuin sih mulus banget penuturan kata katanya.2 Bahasa Inggrisnya banyak grammar yang salah Duh ini minus banget, mana udah salah masih diulang ulang lagi, DAN ngga dibenerin pula Ini yang ngedit emang ngga tau juga bahasa yang bener kayak gimana ya Oke saya kok terdengar jahat banget, tapi begitu kenyataannya, malah bikin bahasa Inggris di sini kayak tweets anak anak ABG labil yang mau nge tweet bahasa Inggris tapi sayangnya gagal karena grammarnya salah Kenapa penulisnya ngga konsisten nulis di dalam bahasa Indonesia aja Kadang karena ada bahasa Inggrisnya nyempil, feelnya malah jadi agak berkurang.3 Gimana bisa orang dengan gampangnya masuk ke universitas luar negeri Tanpa persiapan bahasa atau setidaknya pas sampe tujuan ngga langsung kuliah tapi beberapa bulan dapet pelajaran bahasa dulu untuk menyesuaikan Tanpa pengetahuan orang tua kalo si anak apply duh, saya kuliah di luar dan tiap surat ini itu harus banget ditanda tanganin sama orang tua Dan secepat itu dapet offer letter kalo udah keterima saya nunggu offer letter berbulan bulan, dan Krystal sama Skan dapet itu dengan sangat cepat tiba tiba udah dapet aja Ngga masuk akal banget pokoknya kalo yang masalah pertama masuk universitasnya ini.4 Terus, apa segampang itu masuk di dunia entertainment Korea Apalagi Krystal kan bukan orang Korea dan lagi kendala bahasa juga kan harusnya Mulus banget jalan dia masuk dunia bling bling di sana Terus enak banget ngebiarin karirnya terombang ambing buat perasaan galaunya sendiri, egois banget Di dunia entertainment emang yang kayak gini dibiarin aja Ngga langsung diceramahin atau diancem bakal keluar blablabla Ababil banget, ngga profesional, apalagi ini kan di Korea Duh pokoknya semua yang di novel ini menurut saya ngga masuk akal, mustahil.Sekian dari saya, maaf banget kalo ada salah salah kata soalnya saya nulis emang lumayan sambil emosi sih hahaha Ini semua cuma menurut pendapat saya kok Ah, btw saya sangat bersyukur cuma minjem buku ini karena rasanya uang saya bakal terbuang sia sia dengan cerita seperti ini.

  3. says:

    Fairytale is the land of dream But if that dream traps you inside, time will slip away without you knowingNovel ini membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk diselesaikan, seperti karya penulis sebelumnya, masih bertema korea Walau novel bertema korea bukan novel favoritku, tapi novel ini cukup membuat aku terhibur saat membacanya.Novel ini seperti dongeng Peterpan , mengisahkan tentang Skandar, si Peterpan dan peri kecil yang selalu mendampingi Peterpan, Krystal si Tinkerbell Hubungan Skandar dan Krystal layaknya dongeng Peterpan dan Tinkerbell, dimana ada Skandar disitu juga pasti ada Krystal Sehingga Skandar lebih suka memanggil Krystal, Tink Kebersamaan mereka menjadi seperti candu bagi Tink Tink telah jatuh cinta kepada Skandar Begitupun sebaliknya Skandar kepada Tink Namun, rasa itu tak pernah terkatakan, mereka hanya menyimpan baik baik didalam hati keduanya Kepindahan mereka ke Korea, untuk melanjutkan kuliah pun membuat mereka makin dekat Tink tidak bisa mengalihkan hidupnya dari Skandar, selalu ingin bersama Skandar Mereka pun berjuang bersama meraih mimpinya, menjadi aktris dan fotografer Tapi nasib berkata lain, hubungan mereka pun merenggang Tink dengan kesibukannya menjadi aktris begitupun Skandar yang sibuk dengan pekerjaannya sebagai fotografer majalah Tapi rasa tak pernah berubah, walau Tink bertemu dengan pria lain yang mempunyai senyum yang sama dengan Skandar, Park Seungho, yang ternyata jatuh cinta kepadanya, hatinya selalu buat Skandar Tanpa diketahui Tink, Skandar memang sengaja menghindar dari Tink bahkan ingin membuat Tink membenci bahkan melupakannya karena ada sesuatu yang tidak bisa dibaginya kepada Tink, walau dia ingin.Novel ini romantis, aku seakan larut dalam dongeng Krystal Skandar Bisa merasakan ikatan emosional diantara keduanya Sungguh menyakitkan mencintai dalam hati Walau akhir kisah mereka bisa ketebak dari blurbnya Cuma memang benar benar terganggu dengan banyaknya typo di beberapa halaman dalam novel ini, yang tersebar dimana mana Semoga di novel selanjutnya, bisa lebih diperhatikan lagi agar bisa jauh lebih nyaman saat membacanya.

  4. says:

    I think it s 2.5 starsKadang saya suka nggak ngerti dengan diri saya sendiri Udah tahu bahwa tipe buku kayak gini bukan my cup of tea, tapi tetep aja baca dan beli.Saya itu tipe yang kalau udah suka sama seorang penulis, mau apapun yang ditulis mereka, saya pasti beli Mau termasuk ke dalam cangkir teh kesukaan atau nggak, tetep aja beli Bahkan untuk beberapa penulis, saya beli dua versi, bahasa Inggris dan terjemahannya Seperti semua buku Meg Cabot dan Julie James yang ada di lemari buku saya Tapi untuk penulis yang saya belum pernah baca karyanya, saya biasanya bergantung dari rekomendasi orang lain yang tentunya seleranya sama dengan saya atau yaaa. dari review di Goodreads.Goodbye Happiness adalah jenis yang kedua Saya beli karena penasaran belum pernah membaca buku karya Arini Putri Daaaannn yah dari bintang yang dikasih, tahu lah bagaimana akhirnya, heheheSaya percaya bahwa nggak ada buku yang jelek, yang ada adalah buku yang nggak sesuai selera kita Dan Goodbye Happiness saya kasih bintang tiga selain karena memang bukan selera saya, ada juga beberapa alasan lain Pertama, Korea I ve had enough about these Korean madness in Indonesia Bukan hanya menyerbu dunia entertainment, tapi seluruh toko buku juga isinya semua berbau Korea.Kedua, okay this is major spoiler, jangan dilanjutin kalau nggak mau kesel Eh tapi, judulnya aja udah spoiler abis ya So I think it s okay to say that this book doesn t have a happy ending Dan buat gue, yang namanya fiksi itu adalah untuk kabur sejenak dari realita Kalau nyari sad ending sih buka mata lebar lebar dan lihat sekeliling, realitas itu banyak banget sad ending nya, justru saya lari ke fiksi supaya bisa dapatin happy ending yang susah ditemukan di dunia nyata Ketiga, typo nggak banyak sih, cuma grammar pada kalimat kalimat bahasa Inggrisnya errr well, mungkin harus di proofread dua atau tiga kali ya Saya bukan orang yang pinter banget bahasa Inggrisnya, cuma kalimat kalimat sederhana yang salah grammarnya seperti , Tink, are you live happily tertulis berulang ulang itu gengges abis Saya juga nggak anti dengan penulis yang menggunakan banyak bahasa Inggris karena saya juga banyak menggunakan bahasa Inggris kalau susah nemuin padanannya dalam bahasa Indonesia atau emang simply lebih enak ditulis dalam bahasa Inggris , tapi saya merasa banyak kalimat kalimat bahasa Inggris yang terasa kaku dan kurang smooth aja di buku ini Kalau bahasa Korea sih saya nggak tau, jadi nggak bisa bilang ngaco atau nggak DKeempat, semua karakternya masih terasa one dimensional Saya nggak ngerti kenapa semua tokohnya melakukan hal ini itu, jatuh cinta kepada si ini dan si itu, bisa jadi superstar di Korea in a blink, yeah stuffs like that Satu yang saya suka dari Arini, terlepas dari empat point di atas yang merupakan selera saya, saya merasa bahwa cara bertutur Arini dalam bahasa Indonesia itu bagus banget mengenyampingkan ambience galau yang sebenernya saya nggak terlalu suka Maksudnya, kenapa nggak konsisten aja dari pada memaksakan menyelipkan kalimat kalimat berbahasa Inggris yang justru nggak memberikan nilai tambah malahan nilai kurang Saya sendiri nggak bisa menulis dengan bahasa Indonesia sebagus Arini, hehehe.Kalau Arini bikin buku lagi apakah saya mau baca Well, tergantung nanti ceritanya apa.Yowes, segitu aja review yang dibuat sambil ditemani hujan, segelas ice chocolate, dan badan yang kedinginan di pinggir jalan Margonda.

  5. says:

    Pertama kali liat buku ini, yang menarik aku untuk beli itu jelas cover It s like, soo pretty and simple, and yet piqued our curiosity Terus begitu balik dan baca blurb nya, novel ini bener bener jadi must buy buat aku.Kenapa Karena blurb nya yang puitis dan bittersweet itu kayanya relatable banget sama kehidupan kita sehari hari.Tapi, yah, begitu aku buka, ternyata ini novel dengan tema tema korea Dan aku langsung Okay, doesn t seems like my cup of tea Tapi karena udah terlanjur beli dan gamau sia sia, yah, dibaca aja deh Overall, buku ini menurutku terlalu bertele tele dan agak maksa Alur ceritanya juga mirip kaya serian korea banget Yang, jujur aja, not my cup of tea juga Banyak adegan so sweet agak maksa yang kadang ga jelas ujungnya buat apa, dan ceritanya banyak bagian bagian yang ngga terjelaskan juga Long story short, there s like, way too many glaringly obvious plothole here and there Dan mulai pertengahan, really, this book made me lose complete interest on it.Krystal sebagai tokoh utama, juga menurut aku ngga ada memikat memikatnya Pertama aku baca, responku adalah Krystal Keyrina Nama apaan itu Perilakunya biasa aja, tipikal cewe baik baik gitu aja, ngga ada unik uniknya sama sekali Dia kayanya bisa aja jadi Krystal, temen aku, ato mba tetangga mungkin Intinya, biasa banget deh Not main character worthy And especially, not attention worthy.Dan dia juga ga begitu relatable, dan itu juga ngebuat kita jadi ga terlalu peduli gimana nasibnya dia di ujung buku ini Skandar, temen baik Krystal, menurut aku yah, lumayanlah Walaupun karakteristik dia agak lebih better dan lebih berlayer daripada Krystal, tapi menurut aku dia itu sangat amat ngebetein Kelakuan dia dari yang baik, trus jad seenaknya, trus di akhir minta jadi baik lagi, menurut aku makes no sense at all One part missing here was WHY Kalau aja Arini Putri ngejelasin kenapa Skan berkelakuan like a complete jerk to Krystal, mungkin aku akan bisa ngertiin dia dan malah simpati sama dia Tapi, with no reason at all, respon apa yang bisa aku kasih ke dia, ketika dia tiba tiba berubah jadi cowo layak tonjok, selain benci sama tokoh Skan Trus si cowo korea mantan tunangannya Krystal itu, siapalah namanya Yang aku bahkan gabisa inget, karena lagi lagi, hello, oh so not memorable character itu bener bener datar, biasa aja, gaada spesial spesial nya.Overall, aku tau kalau buku ini mungkin ditunjukkan untuk jadi buku sedih, atau minimal nyesek deh But for me, it s a total failure Karena saat baca ini, jangankan nyesek, yang ada aku kesel Karena Krystal sebagai tokoh utama bener bener ga bisa diandalkan dan gabisa ambil keputusan bahkan untuk dirinya sendiri Skan sebagai tokoh penting tiba tiba berubah personality dan tanpa penjelasan Dan si cowo korea itu, yah, lempeng Bahkan ketika sampai ending, saking lempengnya cerita ini, reaksi ku cuma Oh Oke Mungkin sebenernya novel ini punya banyak potensi ya, menurut aku Tapi bener deh, Arini Putri kuraaaang banget mendalami semua aspek di ceritanya Tokohnya ga terjelaskan dengan baik, ceritanya penuh dengan scene scene maksa yang ga ada efeknya, dan terlalu maksain banget Korean culture nya, cuma karena untuk feeling Gw pengen Korea aja, gatau kenapa Seriously, this story can happens in Indonesia or hell, anywhere else, karena setting Korea nya di buku ini, berperan ga lebih dari sekedar pemanis dan gaada ngebantu bantunya sama sekali ke cerita.Intinya sih, this story only touch the surface deh Ga dalem sama sekali, dan terlalu diburu buru untuk mengikuti detail ga penting.

  6. says:

    Can t believe I ll say this But indeed, this book is really nice.Tadinya saya nggak terlalu berekspektasi tinggi, mengingat pengalaman yang tak terlalu istimewa saat membaca Rain Over Me novel pertama Mbak Arini Putri Namun ternyata, saya sangat yes, sangat menikmati membaca Goodbye Happiness Bahkan sampai sekarang pun, saat mengetik review ini, saya masih nggak percaya betapa saya menyukai ceritanya Novel kedua Mbak Arini Putri ini seperti batu loncatan memperlihatkan peningkatan kemampuan menulis dia dengan begitu drastisnya DMasih seperti Rain Over Me, latar novel ini di Korea Selatan, dengan tokoh utama orang Indonesia Krystal Keyrina, seorang gadis biasa yang pasif, penurut, naif tapi mencintai dunia akting, meneruskan sekolah di jurusan Teater di sebuah universitas di Korsel Ikut bersamanya adalah Peter Pan nya, Skandar alias Skan Dia adalah cowok yang sangat dekat dengan Krystal, tapi hubungan mereka sebetulnya nggak jelas pacar bukan, dibilang TTM terlalu norak, sekadar sahabat juga nggak pas Ikatan mereka berdua dalem banget, tapi nggak ada kejelasan benar benar tentang status keduanya Yang jelas, Krystal sangat memuja Skan dan menjadi seperti kerbau dicucuk hidungnya Dia terikat banget sama Skan, nurut semua kata cowok itu, nyaris semua hal dibicarakan dengan Skan dulu baru dia bisa ambil keputusan Oleh Mbak Arini Putri, hubungan mereka ini dibingkai dalam metafora Peter Pan dan Tinkerbell.Saya tadinya gregetan banget sama karakter Krystal yang kayak gitu Sama karakter Skan enggak Haha Malah lebih gregetan lagi saya sama dia _ Namun, yang ada saya malah mikir betapa hebatnya Mbak Arini Putri menuliskan karakterisasi mereka Dia benar benar menjelaskan hubungan mereka secara mendetail dari awal banget, interaksi interaksi mereka, dan seterusnya sehingga pembaca bisa paham kenapa dan bagaimana ikatan antara mereka bisa sekuat itu, meskipun saya yakin ketergantungan berlebihan Krystal terhadap Skan bakal bikin sebel siapa pun Tapi sekali lagi, saya sungguh respek pada penokohan mereka dalam novel ini Jarang sekali saya menemukan karakter semanusiawi ini dalam sebuah novel romansa karakter yang sangat membumi dan ditampilkan dengan cara membumi pula Karakternya hidup, menggulirkan alur dengan aliran perlahan yang sangat enak dinikmati.Ya, alurnya juga bagus Cerita ini mengusung pola alur campuran maju mundur, dengan flashback mewarnai sembilan puluh persen novel Babnya pendek pendek khas Mbak Arini Putri tapi setiap bab punya bagian sendiri yang pas Bahasa yang digunakan juga ringan, lancar dan semakin menambah halus aliran plotnya Saya benar benar enjoy membacanya, menikmati konflik demi konflik, meresapi emosi yang ditonjolkan Penggunakan POV orang pertama Krystal dalam cerita flashback sangat tepat, sebab emosinya jadi kerasa banget Orang melankolis sangat mungkin nangis berderai air mata Di bagian masa kini, POV yang dipakai adalah pengarang serbatahu Kedua POV ini saling melengkapi dan terjalin dengan baik, tidak bikin pembaca bingung.Dan saya juga memuji ke riil an dunia yang ditampilkan dalam novel ini, yaitu industri hiburan Korea Selatan Saya rasa Mbak Arini Putri memang penggemar Korsel, walaupun saya nggak tahu apakah dia udah pernah ke sana atau belum Kalau belum, berarti risetnya hebat, karena apa yang ditampilkan di sini terasa sangat realistis Bahwa bukan cuma gemerlap saja yang ada di dunia hiburan Korsel, melainkan juga segala tetek bengek ini itunya latihan ketat, antifans, operasi plastik, bahkan peraturan manajemen yang ternyata sangat ketat bagi para aktor tris yang bernaung di dalamnya.Secara umum saya puas sekali dengan novel ini Alurnya oke, mulai dari awal sampai akhir Endingnya tidak mengecewakan dan kebetulan sesuai dengan harapan Banyak pula pesan positif yang bisa diambil dari cerita ini, dan sekali lagi karakterisasi tokoh tokohnya saya acungi dua jempol Saya sendiri pengin deh, bisa bikin karakterisasi yang seperti itu Emosi di novel ini sangat terasa, membuai pembaca terutama pada adegan adegan melankolis Saya yakin, Mbak Arini Putri pasti menulis ini dengan sangat sepenuh hati, karena perasaannya tersampaikan banget DSayangnya, cukup banyak kesalahan ketik yang masih bertebaran di sana sini novel ini Mata saya memang susah untuk diluputkan dari hal hal seperti itu Selain itu ini subjektif, memang ada satu hal yang bikin saya kecewa berat.Hal 214 215 Seandainya aku gagal menjadi aktris apa kau masih mau berteman denganku Krystal bertanya pada Nayoung Bicara apa kau Seandainya cita citamu adalah menjadi penjaga perpustakaan, itu tidak ada pengaruhnya bagiku jawab Nayoung Ya Tuhaaan, membaca potongan kalimat itu di tengah tengah keasyikan membaca langsung membuat saya mangkel setengah mati dan misuh misuh Kata kata itu mendiskreditkan pustakawan banget BANGET BANGET Terlepas apakah saya nantinya benar benar jadi pustakawan atau tidak, dunia perpustakaan akan dan akan selalu menjadi bagian dari hidup saya sampai kapan pun Saya nggak bisa terima begitu saja ada kalimat kalimat di novel bagus yang merendahkan profesi pustakawan beneranjengkelmaksimal Seriously, Arini Putri ssi and also other authors wherever you are , please be careful in your next novel Please don t condescend a librarian Please don t. ___ Hhhh Maaf, review ini terpaksa dicampuri omelan subjektif I just can t stand it Sakit hati rasanya melihat pustakawan diolok olok begitu Well, anyway, terlepas dari itu, Goodbye Happiness adalah novel yang sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin membaca YA romance yang galau, emosional, tapi kisah cintanya nggak picisan Pilihan tepat pula bagi Anda yang suka novel berlatar Korea Selatan I m sure you ll like it.

  7. says:

    Saat membaca awal buku ini, saya sempat merasa tertipu sebab ternyata mengambil setting di Korea Sejujurnya saya kurang tertarik tentang hal hal yang berbau K Pop itu Faktor usia mungkin..ha..ha Tapi saat itu saya tetap melanjutkan membaca namun ternyata kisah ini berhasil membuat saya terhanyut dan sejujurnya sempat nyaris mengeluarkan air mata Maklum saya tipe melankolis apalagi ketika didukung oleh music yang sesuai _ vCerita ini dimulai dengan konflik awal dan ternyata mengambil alur mundur Pembaca disuguhkan dengan deskripsi situasi yang dianggap gawat yakni penguman pembatalan pernikahan yang dilakukan oleh seorang artis Korea bernama Krystal Key Dan setelah itu pun dimulailah kilas balik yang bersetting di Indonesia.Diceritakan pertemanan yang terjalin antara Krystal Key dan Skandar, teman sekelasnya Pertemanan dengan dua orang yang memiliki karakter yang berbeda Skandar yang cuek dan Krystal yang pemalu Mereka dua orang dengan mimpi yang berbeda Skandar yang mencintai dunia fotografi dan Krsytal yang mencintai panggung teater.Hubungan mereka semakin erat dan saling mendukung untuk impian mereka Skandar menyebut Krystal sebagai Tinkerbell nya dan memanggilnya dengan nama Tink Dan di dalam hati pun Krystal menganggap Skandar sebagai Peter Pan nya Dan hubungan mereka terus berlanjut hingga keduanya berhasil melanjutkan kuliah di Seoul, Korea Selatan Dalam hubungan yang terjalin diantara keduanya, tidak pernah terucap kata cinta Mereka saling mendampingi dan memahami Saling menjaga dan merawat Keduanya sama sama memiliki keinginan untuk tak terpisahkan Hingga akhirnya masuklah pihak lain dalam hubungan mereka Ada Park Seungho, seorang artis Korea yang tengah naik daun, dan ada Vanessa Ahn, seorang model yang menaruh perhatian pada Skandar Akhirnya kehadiran orang orang ini serta kesibukan mereka berdua mejauhkan keduanya Tapi sebuah tragedi terjadi, tragedi ini yang membuat Krystal rela melepaskan semuanya demi tetap bisa bersama Skandar bahkan jika ia harus membuang impiannya untuk menjadi aktris yang mulai berhasil dia bangun Namun di saat itu Skandar malah menolak kehadiran Krystal, menyuruhnya menjauh dan mengabaikannya Konflik di bagian ini cukup mengharu biru T_T Tapi rasanya tak menarik jika saya menjelaskan keseluruhan ceritanya.Satu yang paling membua saya terkesan dari novel ini adalah penggambaran cerita Peter Pan dan Tinkerbell yang unik Penulisnya menyuguhi kita sudut pandang yang baru dalam memahami dongeng itu Dari sudut pandang itulah, penulis membangun cerita dalam novel ini Bagi saya ini yang membuatnya lebih terkesan orisinil di bandingkan karya yang lain dalam genre yang sama, terutama mengingat ini merupakan karya penulis dalam negeri.

  8. says:

    1 bintang untuk cover yang sangat cantik.1 bintang untuk blurb yang begitu manis yeaah Korea, Korea, Korea Udah berapa lama Korea menjadi booming di Indonesia, ya Kayaknya setiap ke toko buku banyak banget novel2 bertemakan Korea tapi pada akhirnya gue ga pernah beli satu pun buku2 Korea itu Dan bagaimana gue bisa baca buku ini Yup, minjem ga penting back review _ Gue suka konsep Tinkerbell nya tapi lagi lagi gue merasa terganggu dengan kurangnya detail Krystal belajar bahasa Korea pas kapan di sini ga dijelasin tau2 dia udah lebih jago bahasa Koreanya dibandingkan Skan Dan sebegitu mudahnyakah masuk ke dunia hiburan di Korea kuliah di korea sekali daftar langsung dapet, gapake ngurus ini itu Kok kayanya Krystal gampang banget dapetin semuanya, Skan juga sih Semuanya berjalan dengan mulus kalo dibikin grafik mungkin grafiknya bakal naik terus ga ada gelombangnya Dan judul Goodbye Happiness kayaknya terlalu menyedihkan mengingat Krystal ga selamanya sedih Dia punya orang2 yang sayang sama dia Gimana bisa dibilang sedih Karena Skan mati Tapi mengingat Seungho yang mati2an mencintai Krystal gue rasa itu cukup adil Oh ya, buaaanyak typo Mending typonya salah ngetik satu atau dua huruf, atau kekurangan huruf atau semacamnya Tapi ini typonya kekurangan kata Jadi harus baca dua kali dalam satu kalimat untuk mengerti karena kurangnya kata itu.Setting Koreanya juga agak kurang berasa gimana yah, kayaknya gitu2 aja settingnya Cuma nama2 tempat tapi ga terlalu dieksplor Lagi2 secara keseluruhan gue menikmati novel ini meskipun ga nangis bombay padahal ngarep pgn nangis loh tapi kalo ga menikmati gue ga akan menyelesaikan baca kan..yah untuk kalian yang suka Korea2an pasti bakal suka deh kalo baca buku ini hehew.2 dari 5 bintang.

  9. says:

    Cukup 2 bintang.1 bintang buat cover yang covernya menarik,1 bintang lagi buat tema ceritanya.Temanya sebenarnya menarik, mengambil kisah Peterpan dan Tinkerbell untuk kedua tokoh utama Ceritanya tentang seorang perempuan yang bernama Krystal, atau panggilannya Tink, yang berhasil lolos audisi untuk menjadi artis di Korea Untuk tipe orang seperti yang suka dengan budaya K pop, ini tentu cukup menarik Tokoh utama laki nya adalah Skandar atau pendeknya Skan Saya suka dengan sifat tokoh utamanya Tenang, santai, dan suka fotografi.hehe DNamun di pertengahan cerita, Skan mulai terlihat posesif dan sedikit egois menurut saya.Kemudian ada tokoh ketiga, yaitu Seungho, artis Korea yang mencintai Krystal, namun Krystal tidak tertarik padanya.Alur dan ceritanya ngalir, saya baca buku ini termasuk cepat padahal besok saya harus ujian sekolah P pas baca bukunya pengennya buru , penasaran sama endingnya Kata temen saya endingnya ga terduga Saya termasuk penggemar novel sedih sad ending,tapi baca novel ini saya ngga nangis Dan dari judulnya saja dapat diduga novel ini berakhri sad ending Saat adegan Skan nya mati juga kurang berkesan gimana gitu Dan pas bagian ending, ternyata Krystal akhirnya bersama Seungho, saya kecewa Kok bisa Tink tiba suka sama Seungho itu yang saya pikirkan.padahal dari awal cerita sama sekali tidak diceritakan kalau Tink tertarik sama Seungho.Sayang ceritanya kurang dikembangkan dengan baik, dannn banyak hal yang tidak dijelaskan di novel ini Beberapa bagian juga kurang masuk akal bagi saya hmm..membaca novel ini kaya kurang greget gimana gitu, pas adegan sedihnya jg kurang ngena buat saya.

  10. says:

    hwaaa..begitu selesai baca novel ini langsung login ke goodreads karena ga mau kehilangan momen yg terjadi jika selesai baca novel yg begitu mengena di hati hingga gak sabar utk review Good Job buat Arini Putri yang sukses mngaduk aduk emosi, naik turun, saat membaca novel ini Alasannya 1 Bahasa yang simpel, mengalir, dialog yang terjadi juga gak panjang2 tapi tetap bisa menyampaikan maksud si Tokoh.2 Chemistry yang terbangun antara Krystal dan Skan terasa pas, gak lambat atau terlalu cepat Chemistry Krystal dengan Seungho juga kuat.3 Tidak ada tokoh Jahat, awalnya berpikir si Seungho atau Vanessa Ahn yan bakal jadi tokoh jahat, ternyata..Seungho, he s sooooo cute, baik, dan rela berkorban Ada gak sih cowok seperti itu sekarang.4 Seperti judulnya, Goodbye Happines, pasti kepikiran, wah bakal sad ending ini tapi setelah tuntas baca, Penulis mungkin menyampaikan pesan, bahwa kebahagiaan itu bkan seperti keinginan kita, tapi ada jalan kebahagiaan lain yang terbuka, tinggal bagaimana kita menerimanya dengan ikhlas Dan belajar untuk bahagia with our own Jadi, untuk penyelesaiannya, sangat apik lah.Seandainya jadi film, pasti romantis abis deh, bikin galauuu D jadi ingat film si Atiqah dan Rio, Hello Goodbye, judul sdh hampir sama, settingnya juga di Korea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *